Too Big too Fail

 Haii,

Sepertinya, aku harus menulis lagi, untuk mengeluarkan suara suara yang ada di kepalaku.

Sudah lama sekali, bertahun tahun berlalu, banyak yang berubah, banyak yang terlewat. Bayi lahir, orang orang meninggal. Ada yang menjadi dokter, ada yang menjari supir. Kemana perginya tahun tahun berlalu? 

Kehidupanku sendiri sudah banyak berubah, dahulu aku terlalu miskin untuk sekedar membeli rokok. Tapi sekarang, Syukurlah aku tidak perlu lagi memikirkan hal seperti itu.

Hanya saja, satu hal yang benar benar berdengung di kepalaku, "Too Big to Fail" atau artinya kurang lebih "Terlalu Besar untuk Gagal", sederhananya Tidak mungkin akan Gagal. 

Banyak orang orang di jaman ini berfikir seperti itu. Nyatanya, banyak pemuda pemuda yang males malesan, nyari kerja males,  berpikir "Ah orang tua gw kan banyak duit, nanti juga kalo gagal bakal di bantuin orang tua, atau bisa nerusin usaha orang tua." Atau "Udahlah, nanti juga ada jalannya." 

Berpikir seperti itu tanpa adanya aksi, usaha, keringat dan waktu yang dikorbankan. Dari situ, terciptalah Moral Hazard, "Jika gagal, bakal di selamatkan." 

Aku sendiri tidak bisa menggunakan cara seperti itu karena gagal sekali saja, itu bakal berdampak besar. Karena orang tua ku bukan siapa siapa, aku cuma orang biasa, yang jika gagal, itu bisa bisa hancur, gak jadi apa apa. Hanya hancur! 

Karena itu, sebisa mungkin jangan gagal,atau meminimalisir kegagalan. Dan menjauhi pikiran "bahwa jika gagal akan di selamatkan".

Tidak ada penyelamat bagiku di dunia ini, selain diri sendiri! 

Jika kamu terlahir kurang beruntung dari segi ekonomi, tidak ada penyelamat untukmu. Majulah! Putuskan pilihan dengan benar! Ambil Resiko yang sudah kamu pahami! Dunia ini bukan tempat untuk orang yang kurang beruntung dalam segi ekonomi lalu bermalas malasan! 

Bermimpilah! Kejar mimpimu! Berjuanglah untuk eksistensi mu di masa depan! Kamu bukan orang yang punya penyelamat!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DEPRESSION SUCKS

7 Februari 2023

Facebook udah berubah